Lomba Menulis Sejarah Arsitektur

May 4th, 2009

Arsitektur Indis sebagai media klipping online untuk pertama kalinya menyelenggarakan lomba penulisan sejarah arsitektur dengan tema Renaissance.

Tahapan Lomba
Periode pengiriman naskah: 1 Mei 2009 – 30 Mei 2009
Periode penilaian naskah: 1 Juni 2009 – 10 Juni 2009
Pengumuman pemenang: 11 Juni 2009

Hadiah
1 buku Batavia Kota Banjir karangan Alwi Shahab untuk 1 naskah terbaik.

Ketentuan Lomba

  • Lomba terbuka untuk umum, perseorangan bukan kelompok.
  • Karya harus asli penulis atau pengarang, bukan terjemahan, saduran atau jiplakan.
  • Naskah harus dilengkapi dengan referensi.
  • Penjiplakan atas karya orang lain tidak dibenarkan dan panitia berhak membatalkan keikutsertaannya.
  • Karya belum pernah dipublikasikan dimedia massa manapun, baik secara keseluruhan ataupun sebagian dan tidak sedang diikutsertakan dalam perlombaan lain.
  • Karya tidak menyinggung hal yang bertema SARA dan pornografi.
  • Naskah menggunakan Bahasa Indonesia ditulis sesuai dengan EYD.
  • Naskah diketik dengan komputer dalam kertas A4, menggunakan huruf Arial 11, spasi 1,5 dengan panjang minimal 2 halaman atau 750 karakter.
  • Peserta boleh mengirimkan lebih dari satu karya.
  • Naskah dikirim ke admin@arsitekturindis.com dilengkapi dengan surat pernyataan keaslian naskah, scanning kartu tanda pengenal (KTP/SIM/Kartu Pelajar/Paspor), biodata penulis dalam kertas terpisah (nama, alamat rumah atau kantor, alamat email, nomor telpon).

    Pihak panitia akan menghubungi peserta apabila naskah telah diterima.
    Naskah yang telah diterima menjadi milik panitia.

    Pengumuman Pemenang
    Pemenang akan dihubungi melalui email dan akan dimuat di situs Arsitektur Indis.

    Keputusan juri tidak dapat diganggu-gugat.

    Tertanda
    Panitia Lomba Menulis Sejarah Arsitektur


    Kota Kolonial Lama Semarang

    April 24th, 2009

    Kota Kolonial Lama Semarang
    Penulis L.M.F. Purwanto
    Dari Jurnal Arsitektur U.K. Petra, Dimensi Teknik Arsitektur Vol. 33 no. 1, Juli 2005:27-33.

    Direview oleh Tanti Johana

    Dalam penelitian perkembangan kota Semarang ini, penulis menggunakan pendekatan historikal dan studi pustaka.

    Pelabuhan Semarang merupakan pelabuhan penting dan terkenal. Tercatat pedagang Cina datang pada permulaan abad 15, Portugis dan Belanda pada permulaan abad 16, Malaysia, India, Arab dan Persia pada awal abad 17. Mereka membangun pemukiman-pemukiman di sekitar pelabuhan.

    Dahulu Semarang termasuk dalam wilayah pemerintahan Susuhunan Surakarta. Susuhunan meminjam uang dalam jumlah yang besar kepada pemerintah VOC, dengan menggadaikan Semarang kepada VOC.

    Rakyat tidak terima Semarang dikendalikan di bawah pemerintahan VOC, mereka mengadakan perlawanan sehingga Belanda terpaksa membuat benteng Vijfhoek pada tahun 1600. Benteng ini berfungsi sebagai pusat militer VOC. Benteng dibangun mirip dengan yang ada di Eropa, salah satu cirinya adalah dibangun didekat sarana transportasi. Pembangunan didalamnya menggunakan tukang-tukang dan bahan bangunan yang di datangkan dari Belanda. Mulai saat itu berkembang arsitektur Belanda di Semarang.

    Penandatanganan perjanjian antara Mataram dan VOC 15 Januari 1678 memberikan kekuasaan penuh kepada VOC atas pelabuhan Semarang. Atas jasa VOC membantu Mataram menumpas pemberontakan Trunojoyo. Mulai tahun 1705 Semarang menjadi milik penuh VOC. Suasana menjadi kembali tidak aman maka VOC merasa perlu melindungi pemukimannya dengan benteng, maka benteng di sisi timur kota lama dibongkar dan dibangun benteng baru.

    Ketika suasana mulai kondusif, kota Semarang mulai berkembang di luar benteng.

    Kota Semarang berkembang sangat pesat pada pertengahan abad 18.