Walikota Tantang Penggalang Dana Vastenburg

February 20th, 2009

Oleh Suharsih

Solo (Espos)–Walikota Solo, Joko Widodo menantang siapa saja yang ingin menjadi koordinator penggalangan dana untuk membeli kembali lahan Benteng Vastenburg dari tangan pemiliknya. Dia menyatakan siap memberi orang tersebut surat keputusan (SK) sebagai pegangan.

Hal itu dikatakan Jokowi saat ditanya pendapatnya mengenai upaya yang dilakukan sejumlah anggota Komite Peduli Cagar Budaya Nusantara (KPCBN) yang mengamen Rumah Makan Pecel Solo, Mangkubumen, Banjarsari, Kamis (19/2), guna menyelamatkan Benteng Vastenburg.

“Ya itu bagus. Mana? Kalau ada yang mau menjadi koordinator penggalangan dana untuk Vastenburg, siapa saja, saya akan beri dia SK,” kata Jokowi, saat berbincang dengan wartawan di rumah dinas Walikota Loji Gandrung, Jumat (20/2).

Ditanya kapan kira-kira pihaknya bisa menyelesaikan polemik tersebut, dia mengaku belum bisa memastikan. Menurutnya, lebih baik masalah itu dibiarkan mengalir. Dia mengatakan tidak mau tergesa-gesa mengambil keputusan.

Terpisah, Sekretaris KPCBN, Rusharjanto, sebagai salah satu anggota KPBCN yang menggagas upaya penggalangan dana dengan mengamen, saat dimintai tanggapannya tentang tantangan Walikota itu mengatakan, sangat menyambut baik jika Walikota memang memiliki komitmen semacam itu. Namun demikian, untuk menerima SK dari Walikota sebagai koordinator, pihaknya harus bertemu dulu dengan Walikota dan meluruskan argumentasi di balik penggalangan dana itu.

Menurutnya, penggalangan dana itu bukan semata dilakukan untuk membeli lahan Benteng Vastenburg, melainkan untuk upaya-upaya penyelamatan. Rus mengatakan, pihaknya tidak pernah mengakui benteng itu sebagai milik pribadi sehingga tidak perlu dibeli.

“Penyelamatan itu bisa dengan membangun kawasan itu, atau cara-cara lain yang tujuannya mengembalikan Vastenburg sebagai milik publik,” jelasnya, saat dihubungi Espos, Jumat. Dia menambahkan dari penggalangan dana Kamis lalu, pihaknya berhasil mengumpulkan Rp 364.000.

Demikian pula yang dikatakan penasihat KPCBN, Ali Sjaifullah. Kepada Espos, Ali mengatakan, pihaknya tidak pernah mengakui benteng itu sebagai milik siapapun. Karena kepemilikan benteng itu masih perlu ditinjau ulang legalitasnya.

Sumber: Harian Solo Pos, 20 Pebruari 2009

Comments are closed.