Penggalian Terowongan – Kerusakan Stasiun Kota akibat TPO Belum Diperbaiki

September 4th, 2006

Jakarta, Kompas – Kerusakan di lantai satu gedung Stasiun Kereta Api Jakarta Kota atau Stasiun Beos akibat pembangunan terowongan penyeberangan orang Kota hingga kini belum diperbaiki. Padahal, sesuai dengan kesepakatan, mestinya perbaikan kerusakan yang menjadi tanggung jawab Dinas Perhubungan DKI Jakarta itu akan dikerjakan Agustus lalu.

Kepala Humas PT Kereta Api Daerah Operasi I dan Divisi Jabotabek Achmad Sujadi, Minggu (3/8), mengatakan, pengerjaan terowongan penyeberangan orang atau TPO yang menghubungkan Stasiun Kota dengan Terminal Bus Transjakarta dan Bank Mandiri sejak tahun 2005 itu mengakibatkan kerusakan di 33 titik. Pada bagian yang ambles, kedalaman bervariasi antara 5 sentimeter dan 10 sentimeter.

Berdasarkan pengamatan Kompas, amblesnya lantai satu stasiun ini mengakibatkan keramik di dalam ruangan bergelombang, ada juga yang pecah atau retak, serta dinding retak-retak.

Meskipun kerusakan itu tidak sampai menyebabkan karyawan harus berpindah ruangan, kenyamanan berada di ruangan menjadi terganggu. Bahkan, di beberapa ruangan lemari yang ada terpaksa diganjal supaya tetap seimbang.

Menurut Achmad, kerusakan di stasiun itu terjadi ketika pemasangan paku bumi untuk terowongan di sekitar stasiun. Getaran pemasangan itu mengakibatkan lubang sehingga aliran air menuju ke sana. Pergerakan air itu mendorong terjadinya pergerakan tanah di bawah stasiun sehingga amblas.

“Sebenarnya sudah ada kesepakatan jika perbaikan nanti akan ditanggung Dishub yang akan dimulai bulan Agustus lalu. Namun, sampai saat ini kami belum menerima kabar,” katanya.

Perbaikan yang rencananya dilaksanakan bersamaan dengan pengerjaan TPO diharapkan bisa segera direalisasikan. Pasalnya, PT Kereta Api sedang merevitalisasi dan menata Stasiun Beos yang ditargetkan selesai awal tahun 2007.

Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan, sepanjang kerusakan akibat pengerjaan TPO tentu akan diperbaiki. “Kami sudah sering berkoordinasi dengan pihak stasiun. Kami juga mengevaluasi terus dampak pengerjaan proyek ini terhadap lingkungan sekitar,” katanya. (ELN)

Sumber: Kompas, 4 September 2006

Comments are closed.